Kenapa Nulis di Blog lagi, Mak ?

Di-part ini saya semestinya menjawab mengapa saya kembali nge-blog. Dan ya benar, saya akan menjawabnya. Tapi gak buru-buru tentunya, sebelum itu saya ingin bercerita lebih dulu tentang kondisi yang melatar-belakangi terbitnya blog ini.

Saya sangat mencintai buku.Tepatnya dunia baca. Saya ga pernah galau menentukan hobi yang satu ini, meskipun kalau kita ingat di waktu kecil, kita sering sekali mengganti cita-cita, hobi dan makanan favorit, bener apa bener? Nah untuk hobi satu ini, saya haqqul yaqin boleh dilekat diingatan, kalau saya ini memang doyan dan lahap-njelimet kalau sudah disajikan tulisan-demi tulisan, ya sebetulnya tulisan bertajuk dan bergenre apa pun saya banyak menaruh minat, tapi tentu ga mungkin no genre sama sekali. Disinilah letak masalahnya, otak saya itu random bin divergen. Ya normal sih sebetulnya, bagi seorang manusia berpikir seperti itu, karena memang awal manusia berpikir ya begitu itu. Tapi masalahnya, bukan hanya cara pikir, tapi juga penjelmaan dari pemikiran saya juga ikut-ikutan mencar kesana-kemari hihi. Yah intinya, ambil mudah saja, yang menurut terawang saya bermanfaat, saya pasti ga nolak disuruh baca. Sekalipun saya ga berada di bidang maupun ber-background itu.

Tak hanya baca, saya juga senang menulis, tapi belum pernah serius publish (kecuali kiriman update status di media sosial ya) ,hi hi…masih cupu ya. Jangan sambil bayangin saya berkaca mata lalu bertampang cerdas yah Mak, sungguh itu gak kejadian di laman terdepan tubuh saya (baca : muka).

Tapi saya belum tobat dari dunia baca dan kepenulisan, saya berjanji ke diri saya, menuju tahun 2018 ini, saya akan mulai kembali berlatih dan terus konsisten mem-bakukan tulisan-tulisan saya untuk kedepan dapat menjadi karya yang dibaca orang lain. Nyook bantu amiinin yak Mak… lope lope.

Awalnya, bukan nge-blog yang saya pilih sebagai penyaluran ekspresi menulis. Tapi beriringan dengan proyek buku perdana, saya juga memasuki salah satu komunitas terbesar para ibu di indonesia, bahkan Asia Tenggara.  Di komunitas ini, pesertanya diwajibkan untuk nge-blog. Asyik dan cerdas ya!

Sehingga, tibalah saya di pembuatan web-blog ini. Semoga alasan-alasan yang me-latarbelakangi diterbitkannya ruang ini, dapat saya ikat bersama komitmen saya. dan jadilah ia, blog yang bermanfaat, baik bagi saya, maupun pembacanya. Sekali lagi amiin! 🙂 🙂

cropped-img_2914-e1513611304489.jpg

“In brain dictionary, you only learn what you’ve written.”

Cenopy

%d blogger menyukai ini: