Ingin Anak Cerdas Bicara?

Pernahkah mengalami hal ini, baik menyaksikan ataupun mengalaminya terhadap anak sendri ?

X :”Bu, anaknya umur berapa?”

Y :”1 bulan lagi genap 4 tahun”

X : “Kalau putra ibu usianya berapa?” sembari menunjuk kearah 2 anak yang tengah sibuk dengan lego dihadapan mereka masing-masing.

Y : “Sudah 5 tahun sih, tapi hmmm belum lancar ngomongnya..anak ibu pinter banget ngomongnya”

X mulai terdiam, membatin sembari memperhatikan dua anak yang sedang dibicarakan.

Seandainya saja X menjawab dengan “oooooo…….” alih-alih terdiam, mungkin percakapan “Oooooooo mbulet digoreng dadakan lima ratusan itu belum juga kelar-kelar. Begitu juga yang terjadi di benak saya. Ini adalah pengamatan dan sangat menarik untuk menelaahnya.

Cerita Sebelumnya :

Seorang anak lelaki bertopi biru, bergambar Robocar Poli telah duduk sekitar 20 menit  di kursi yang disediakan sebuah toko lego yang cukup besar, di salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Cilandak. Tak jauh darinya, duduk pula Ibunya yang sedang menemani adik perempuan yang lebih kecil bermain.

Tak lama seorang anak lelaki dan ibunya menghampiri tempat bermain. Anak lelaki ini sudah menyoroti tempat bermain sejak pertama melangkahkan kaki masuk ke toko. Namun sedari tadi ia tak berani menuju tempat bermain yang tidak terlalu luas ini. Akhirnya saat posisinya telah sangat dekat, ia pun memberanikan diri berujar pada sang ibu, “Ma, aku mau main itu”. Ibunya menoleh sesaat ke tempat bermain dan tanpa bicara, menyetujui pinta anak tersebut dengan melangkahkan kakinya diikuti irama kaki anaknya menuju tempat bermain.

Ibu anak robocar Poli memberi isyarat selamat datang, disusul sapaan hangat :

“Halo Bang, mau main ya? duduklah bang”

Anak itupun duduk dihadapannya, sementara ibunya mencari tempat bersandar yang mudah untuk memperhatikan anaknya. Kursi di tempat bermain itu memang jumlahnya sedikit.

si anak bertopi ikut menyapa kehadiran si Abang :

“Yuk main bang, ajo lagi buat hotel ada kolam

Nah bagaimana dengan para ibu, emak, bunda, umi lainnya, apa pernah mengalami memiliki anak yang ketika berbicara mengundang perhatian khalayak, atau pernah menyaksikan anak seperti itu, entah itu anak tetangga, keponakan dan sebagainya?

Nah disini saya pernah beberapa kali mengalaminya. Untuk itu saya ingin berbagi cerita tentang hal ini. Semoga bertemu dengan kebutuhan para ibu yang membutuhkan topik yang bersinggungan dengan pengasuhan sesuai tahapan usia, khususnya dalam hal merangsang kemampuan bertutur anak. Baik kepada kita sebagai orang tua maupun di lingkungan sosial ia bertumbuh.

Selain berbagi pengalaman, beberapa topik yang juga akan dibahas antara lain :

  • Kecerdasan multipel
  • Benarkah Anak kita Pemalu?
  • Terlambat bicara yang boleh jadi normal, malah lebih baik
  • Pola pengasuhan Ramah Otak
  • dll

Pengalaman Pengasuhan Ajo < 4 tahun

IMG_0135

Si Ajo ketika 2 tahun, tampak dibiarkan bermain bebas

Memang sejak kecil dibiasakan untuk interaktif, baik dengan seluruh anggota keluarga di rumah, tetangga ataupun pekerja. Mungkin saja sifat sosial interpersonal itu sudah dideteksinya ketika ia dalam kandungan, ketika ia mulai mendengar dan menelan cairan ketuban berikut kalimat-kalimat yang ter-hidrolisis didalamnya. Kalulah dikatakan bayi sudah mampu mendengar dunia diluar rahim dan mendengar disini yang sampai sebegitunya 🙂

Sejak kuliah, memang saya yang di sekolah-sekolah menengah tidak terlalu lumer dalam bergaul, menginjak semester 4 kuliah telah banyak berubah. Satu penyebab tentunya adalah faktor kepercayaan diri yang lebih baik. Mengapa sampai bisa berubah jadi lebih pede-an itu, yah panjanglah ceritanya. Tapi suatu hari ingin saya ceritakan. Bagikan. Agar orang-orang, perempuan-perempuan yang seperti saya yang tadinya tidak percaya diri, bisa lebih baik. Karena sungguh, percaya diri itu penting sekali. Berawal dari sekedar mempercayai diri kita sendiri, walaupun hanya seorang diri yaitu diri kita yang percaya kemampuan kita, maka yakin lah kita benar bisa.

Kembali ke cerita celoteh si kecil. Ajo ini sebetulnya tidak cepat-cepat benar berbicara. Sebagai anak laki-laki ia bicara masih dalam rentang rata-rata, biasa saja. Bahkan kalau dibanding anak seumuran, kemampuan bicara dalam kalimat-kalimat lebih panjang baru tertutur dari bibirnya di usia lebih dari 2 tahun. Ketika itu, di rumah saya masih ada ART. Dan art yang biasa kami panggil uni ini membawa putrinya yang berusia hampir 3 tahun tinggal di rumah. Anak ini sudah pintar sekali bicara, dalam pandangan saya anak ini sudah baik kecerdasan linguistiknya. Tidak seperti ibu lain yang mungkin akan terus melatih kemampuan bicara anaknya dengan mencontohkan atau menstimulasi pembicaraan tertentu, rasanya saya ketika itu hanya melakukan pengamatan. Saya melakukan pengamatan berikut memperkuat respons sesuai capaian si anak. Memang untu agenda anak ini, saya memilih <4 tahun unstructured play and randomized stimulations, dan >4th Gradually added more structured play and organized ryhtm of stimulation. Hingga kini, Ajo belum lagi 4 tahun. Jadi bagaimana terapan apa-apa yang dilakukan di <4 tahun itu tadi ?

Metode < 4 tahun , Bermain Bebas, Observasional-Responsif, Stimulasi bebas.

Ibu Yang Banyak Belajar. Disini ibulah yang dituntut untuk lebih aktif mempelajari tentang anaknya. Melakukan observasi kesukaan dan ke-kurang sukaan dari si anak, lalu responsif menagkap sinyal dan melakukan intervensi yang tepat. Mengapa ?

Karena di tahapan ini anak, sedang berada di fase :

  • 0-2 Tahun Menggunakan panca Indra. Basic Human Needs and building trust. Fase landasan emosional , pembentukan kepribadian utamanya tentang kesadaran fisik berupa panca indra dan  emosi.
  • 2-6 Tahun pra constructional Thinking2-3,5 tahun adalah pembentukan otonomi (kemandirian, kepercayaan diri dasar/lahiriah). Ditahap ini pemikiran anak bebas dan konkrit, lalu memiliki rasa ingin tahu dan ingin mencoba yang sangat besar dan membutuhkan orang tua/pengasuh yang memfasilitasi hal tersebut. Yaitu memberi kebebasan untuk melakukan ekspreimen selama tidak membahayakan atau menyangkut hal urgen atau menganggu prioritas.
pexels-photo-398532.jpg

social : interpersonal, intra-personal, linguistik

Apabila anak sering dilarang, dibatasi maka akan timbul persaan ragu untuk melakukan sesuatu. yang kelak akan menghambat dirinya untuk mampu berinisiatif.

untuk tahap berikut, tidak dilanjutkan di tulisan ini. Akan dibuat dalam edisi judul khusus membahasa tentang itu, insyaallah. Karena kalau dipaparkan disini akan terlalu OOT, he he… :p

Bagiamana kaitan ini semua dengan kemampuan “menangkap-memahami” ,”bicara”, anak itu tadi ? kemampuan yang lebih tepat kita sebut : menangkap makna bahasa-membahasakan dan mentuturkan bahasa. Ya di fase ini kita ikuti saja fitrahnya, fokusi ke kemampuan apa saja yang dicenderungi si anak, asah lebih banyak di dalam hal ini, lalu tambahkan kemampuan di aspek yang kurang dicenderungi si anak, perkenalkan dengan menyenangkan, dan sampaikan kenapa itu begitu menarik ?

Sebaik-baik kecerdasan interpersonal (sosial) adalah yang didasari pemahaman utuh dan benar dalam fase intra-personal. Dan keduanya dapat berjalan dengan baik dikarenakan mampu memahami dan memfungsikan linguistik secara baik.

 

——to be continued——- 🙂

 

 

 

  3 comments for “Ingin Anak Cerdas Bicara?

  1. 12 Januari 2018 pukul 8:28 am

    Anak kedua saya udah berusia 2,5 tahun tapi masih ngomong dalam 1 kata aja seperti “udah”, “ndak”, “jatuh”. Belum mulai merangkai frase apalagi kalimat 😦
    Kelihatannya dia anak yang pemaliu, lebih pemalu daripada kakaknya, Kalki.

    Suka

    • 12 Januari 2018 pukul 12:50 pm

      Halow mama Kalki
      Makasih sdh berkunjung
      Yuk sy lanjut sharingan Mak yah..

      Anak kedua Mamah laki2 atau perempuan?
      Selama anak paham pembicaraan kita sesuai usianya ndak ap Mak, natural sj stimulasi bicara..

      Anak yg paham, wlpn blm byk bicara..di usia ttt sangat mungkin mengalami ledakan kata, banyak kosakata baru terdengar seketika dr bibirnya.

      Lagipula masa2 memahami pembicaraan org lain berbeda dgn mengutarakan bicara, bagian otak yg terlibat dominannya beda. Dan itu tetap berguna untuk insight intrapersonal maupun interpersonal nantinya Mam 😊👍🏻

      Suka

      • 12 Januari 2018 pukul 4:15 pm

        Anak saya dua-duanya laki-laki. Kakaknya mulai lancar bicara usia 3 tahun, dan adiknya ini juga belum lancar bicara padahal udah usia 2,5 tahun. Memang sih Kavin paham kata-kata kami kadang responnya benar, tapi kalau ditanya apa saja, biasanya jawabnya cuma “udah”. Padahal belum tentu tepat jawaban tsb 😀

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: