Yuk, Jajali Manajemen Waktu Seorang Ibu

Kebutuhan Terhadap Manajemen Waktu Yang “Cucok Meong” 😀

Bismillahirrahmanirrahiim.

Tibalah kami, para peserta matrikulasi batch#5 Ibu Profesional Depok mengerjakan NHW yang sebetulnya paling menjawab tujuan saya hingga termotivasi untuk bergabung dengan komunitas ini. Di awal pembuatan flyer yang salah satu isinya adalah tentang motivasi ikut IIP, saya menuliskan motivasi sederhana saya “agar bisa memiliki manajemen waktu yang terbaik bagi ranah domestik maupun publik saya.”

Dan setali dengan motivasi intrinsik itu, seolah terjawab tujuan tersebut di NHW#6 ini, sebetulnya kalau boleh jujur di NHW#2 pun sudah terjawab sodara-sodarah. Ketika itu diminta membuat indikator-indikator yang akan saya capai dalam kehidupan, untuk diterjemahkan dalam keseharian.

Nikmatnya mengerjakan NHW, ya itu bapak-ibu, sama sekali tak menjadi beban, malah sangat bersyukur dan berterimakasih karena ini sama saja mengerjakan planning-panning kehidupan dengan bonus ada yang mengingatkan dan memberi date line. Sehingga untuk pribadi seperti saya yang masih dibilang belum pakem dalam manejemen waktu alhamdulillah sangat dimudahkan. Alhamdulillah!

Dan inilah tugas nice home work #6 yang bermanfaat tersebut :

BELAJAR MENJADI MANAJER KELUARGA HANDAL

Bunda, sekarang saatnya kita masuk dalam tahap “belajar menjadi manajer keluarga yang handal. Mengapa? karena hal ini akan mempermudah bunda untuk menemukan peran hidup kita dan semoga mempermudah bunda mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya.

Ada hal-hal yang kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup yaitu RUTINITAS. Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita “Merasa Sibuk”, sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri.

Maka ikutilah tahapan-tahapan sbb :
Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting
Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?
Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras.
Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time ( misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut)

Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.

Setelah tahap di atas selesai anda tentukan. Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan. (Contoh kalau saya membuat jadwal rutin saya masukkan di subuh-jam 07.00 – jadwal dinamis ( memperbanyak jam terbang dari jam 7 pagi- 7 malam, setelah jam 7 malam kembali ke aktivitas rutin yang belum selesai. sehingga muncul program 7 to 7)

Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik?

Nah, Bagaimana saya menjawabnya ?

ini jawaban saya, silahkan di klik :

SLIDE MANAJEMEN WAKTU SINICENOPY

Memaknai Peran Manager

To manage adalah : mengurus, mengatur, melaksanakan, mengelola. Memperlakukan (seseorang atau lebih) dan manager : menjadi pelaksana pengelolaan dan pengaturan.

Jadi tugas ini dimaksudkan agar seorang Ibu dapat mengelola dirinya sendiri, keluarga /domestik dan aktivitas publiknya dari sisi modalitas waktu 24 jam yang ia miliki.

Dan tentunya untuk menghindarkan diri dari bencana “crashing” seperti di ilustrai dibawah ini :

woman-1733891_640.jpg

“crashing” banyak hal berbenturan di satu waktu, multi-tasking yang menyita energi untuk fokus.

Dan tentunya melihat ilustrasi diatas, multi-tasking, tidak terencananya kegiatan harian, kehidupan yang hanya menjalani rutinitas sebaiknya tidak dibiarkan berlarut-larut.

3 Hal Yang Menyita Waktu, Namun kurang Kontributif Menambah kualitas Jam terbang

Screen Shot 2018-03-03 at 8.59.47 PM.png

Hal-hal menyita waktu yang tidak kontributif yang bisa dicarikan solusi

Hahahaha. Yang mau tertawa silahkan ditertawakan. Karena menurut saya sendiri hal ini cukup unik. Kebanyakan orang akan menaruh “berselancar di dunia maya”, “melamun” atau bahkan “baca novel, nonton drakor” sebagai aktivitas tidak penting yang menyita waktu. Tapi untuk saya, pusat keteledoran saya ada disini. Bhuahahaha. 😀

Saya belanja bulanan belum pernah sekalipun efektif. Yah begitulah kelemahan saya, yang mana saya bukanlah seorang administrator maupun arranger yang baik (kelemahan saya di ST 30). Saya harus belajar seni ini, perlu berusah payah me-relate bagaimana kiranya agar saya dapat menyenangi aktivitas ini, menggali motivasi intrinsik sehingga saya bisa jatuh hati untuk memperbaiki manajemen-nya. Dan nampaknya mau tidak mau saya harus rajin membuka “tips food preparation” dan “tips belanja efektif” dan alhamdulillah saya sudah mulai insyaf, saya mulai follow ig-nya dan mulai diskusi dengan pak su untuk ini.

Seni berbenah, bukan hal baru lagi, secara saya sedang berada di intensive class seni berbenah 1x seumur hidup, dan saya juga sudah cukup banyak berkisah tentang perjalanan berbenah saya ini. Salam Separk Joy ! Oyeeeiiiiy!

Acara undangan, acara keluarga, arisan dll yang sangat menyita waktu, tapi jalannya acara tidak efisien. 😀

Pengakuan dosa dulu (tutup idung ;p). Jujur saja acara-acara seperti ini adalah acara silaturahim, dan saya sangat bersemangat menghadirinya. Namun kalau terlalu lama, atau jarak tempuh terlalu jauh dan memakan waktu seharian, hal ini hanya membuat lelah dan mengimbas minimal 1 hari kedepan. Terbayang kan betapa boros-nya hal ini? Namun tidak, saya masih maklum untuk acara-acara yang frekuensinya tidak sering. Semisal arisan keluarga suami yang diadakan 1x/4 bulan, wah asyik cucok ini. hihihi.

Di setiap akhir pekan, setidak-tidaknya 2x/bulan. Kami akan menginap atau sekedar berkunjung ke rumah bapak-ibu mertua. Disana saya sudah pasti siap amunisi, saya sudah siap membawa pekerjaan, laptop dan buku-buku. Sangat menyenangkan, dimana bisa bercengkrama dengan keluarga, anak-anak bisa bermain bersama andung, inyik, tante dan om-nya, ayahnya bisa istirahat di weeken, dan emak-nya bisa dapat bonus waktu produktif berkarya. What a well-planned joyful weekend. 🙂

3 Aktivitas Penting Yang Menumbuhkan Seorang Sinicenopy 

Screen Shot 2018-03-03 at 9.23.49 PM.png

3 aktivitas penting, prioritas, dinamis dan menumbuhkan kebermanfaatan

Alhamdulillah, di usia sekarang ini, segala hal yang ingin dijajaki semakin mantap dan saling menyelaraskan. Salah satu hal yang patut saya syukuri, hobi, aktivitas domestik, publik dan bahkan karya produktif berjalan beriringan, semuanya termaktub dalam hal yang saya nikmati sekaligus menghasilkan. Mungkin inilah yang dimaksud apabila manusia merasa menemukan dirinya, maka ia mulai ingin membenahi segala persoalan internal dan domestiknya. Ia mulai menumbuhkan diri, domestik dan menyiapkan pondasi untuk melayani publik. Semoga jembatan yang tengah saya titi saat ini dapat saya lalui dengan mantap dan penuh hikmah.

“Selesailah dengan diri sendiri, lalu keluarga. Karena itu adalah pondasi awal khusyuk melayani orang lain, sebuah ibadah yang besar dan mulia.”

Dan untuk dapat menempatkan posisi prioritas-prioritas saya tersebut dalam 24 jam modalitas waktu, saya membuat beberapa strategi :

Screen Shot 2018-03-03 at 2.57.18 PM

Dari elemen-elemen diatas, itu beberapa strategi detil untuk manajemen waktu yang saya pilih agar berjalan optimal. Pun begitu, saya pun menghindari kejenuhan, dengan banyak memasukan me time, waktu integratif dan waktu-waktu fitrah sebagai mahluk sosial diatas. Agar saya tetap produktif namun tidak menjadi kaku dan mudah menemukan solusi apabila ada hal urgen yang menganggu.

Seperti NHW 6 kali ini yang saya kerjakan di kantor suami, hahaha. Sambil tetap berada di dalam agenda keluarga, field trip kali ini menjadi sesi mandiri bertema “Berkunjung ke kantor ayah” untuk kedua kali bagi anak-anak. Kantor kami masuki disambut paman-paman security bertugas. Ayah memarkirkan kendaraan di parkiran lantai 3, dan kami pun masuk ke ruang kerja ayah disambut suasana gelap dan hangat (bukan apa, soalnya ac belum nyala he he). Alasan ayah mesti ke kantor di-weekend ini sederhana, hanya untuk berbenah meja kerjanya, membawa kertas-kertas untuk di-reusable Ajo dan adik. Ayah juga ceritanya mau berkonmari ria, agar bekerja kedepan semakin plong dan spark joy.

20180303_202437

kegiatan integratif : membersamai keluarga, suami menyelesaikan pr di kantor, anak-anak mengenal “pekerjaan” dan “tempat bekerja ayah”, ibunya mengerjakan tugas (klop cucok aheyy!)

Nah, dikarenakan Bundanya sedang membuat NHW, maka Homeschooling yang diterapkan adalah kegitan bebas eksploratif (unschooling). Saat mereka jenuh diberikan tontonan kanak-kanak yang bermanfaat di komputer. Semoga ini bukan masuk korupsi internet dan listrik kantor yaa (:D). Anggap saja ini dorongan untuk kedepan, agar kehidupan kantor semestinya “homey” dan “kids friendly” sekalian. Hahaha.:D

Serius loh, mengingat beberapa tahun mendatang bekerja dari dalam rumah akan menjadi trend dimana-mana, karena mansuia sudah memahami peran dan bakat produktifnya masing-masing dan banyak yang meimilih manidiri dan berkolaborasi sehingga cukup bekerja dari rumah sendiri. Untuk itu, menjadi tantangan bagi kantor komunal untuk dapat menerapkan kantor yang homey.

Strategi “Pizza” atau “Pie” Waktu

Screen Shot 2018-03-03 at 9.28.19 PM.png

Pizza atau “Pie”  waktu Sinicenopy

Ini adalah cara yang saya temukan dan ini sangat memudahkan seseorang dalam memetakan waktu. Strategi ini saya ulas dan tulis lebih lengkap di sebuah buku. Jadi saya hanya membahas ulasan singkatnya saja mengapa metode ini saya buat.

Kita sebenarnya tidak akan pernah tahu, berapa banyak waktu yang kita miliki, atau berapa banyak waktu yang sebenarnya kita buang tanpa kita petakan secara keseluruhan 24 jam, atau kita dokumentasikan menit-per menitnya dalam 1 hari penuh.

P_20180129_092728_1

wrking smart : sumber referensi manajemen waktu Sinicenopy

Di buku Le Beouf, Phd, Working Smart, sebetulnya pak Le Beouf sudah sangat mendalam menjelaskan tentang kerja efektif dan efisien. Walaupun bukunya termasuk karya lawas yang dianggap usang, tapi secara konten ulasan Le beouf sangat up to date, bahkan dapat diaplikasikan hingga zaman sekarang atau mendatang sekalipun.  Kita hanya perlu mengganti telepon kabel dengan samrtphone, kertas dengan data memory dan sebagainya (kebayang betapa jadoel-nya buku ini yes hahaha).

Buku “working smart” sudah banyak sekali menolong saya, tanpa bermaksud promosi, karena memang sudah tak dijual lagi di pasaran (ckck..ck…). Saya memperoleh insight realistis tentang waktu dari buku ini, dan tentunya buku ini juga banyak memberikan strategi how to yang sifatnya analitikal. Begini ya rupanya karya tulis hasil dedikasi seorang Phd di ranah populer sungguh bermanfaat dan inspiratif sekali, Pak Michael!

Manajemen Waktu Harian Bunda Sinicenopy

Screen Shot 2018-03-03 at 9.27.33 PM

Screen Shot 2018-03-03 at 9.27.55 PM

Setelah dipetakan dalam pie waktu dibuat ke dalam time line harian yang detil namun fleksibel

Solusi Saya Menghadapi Pemborosan Waktu di Aktivitas Kurang Penting

Screen Shot 2018-03-03 at 9.28.45 PM.pngNah, inilah beberapa strategi saya dalam menjalani time line saya.

Dan tibalah saatnya, realisasinya dalam 1 minggu kedepan, semoga saja berhasil. Doakan ya teman-teman  🙂

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: