“Menguak Fitrah Bakat Untuk Menjalani Misi Spesifik Hidup Produktif, Yang Mengantar Diri dan Keluarga Menuju Alasan Mengapa Kita Diciptakan”

Kalimat diatas lebih lengkap dan pas untuk topik judul tulisan saya di pekan ini. Pekan ke 7 di matrikulasi. Kami para ibu pembelajar telah sampai di tahap belajar tentang “Bunda Produktif”. Nah sebelum menyentuh NHW, saya terbiasa mendiamkan dulu NHW, :D. (ketahuan mak Fasil, keplak :p).

Jadi disaat teman-teman sudah berdiskusi jauh tentang tes-tes yang diikuti, kegagalan berulang memperoleh hasil test, pakai format PDF atau cukup di skrinsyut aja dan bla-bla…e saya nya malah masih ngendon di materi. Masih belum mup-on nontonin video hikmah dari Ibu, mangga yuk yang mau nonton duyuu di klik :

Bunda Produktif Oleh Septi Peni W

Setelah saya baca materinya, nontonin videonya, lalu membaca NHW nya (lagi) barulah saya mulai ” Dong” aka nyambung dengan maksud Bunda Produktif dan mengapa NHW nya diminta melakukan tes bakat, lakukannya berulang pula dan itupun jangan langsung percaya, konfirm lagi dan terus dengan diri sendiri ataupun tes bakat valid yang dapat dipertanggung jawabkan.

Menurut video penjelasan Ibu, buatlah dulu ragam aktivitas dan tempatkan di 4 kwadran.

Dan ini hasil mapping kwadran suka-tidak suka, bisa-tidak bisa saya:

Screen Shot 2018-03-10 at 3.27.39 PM.png

aktivitas saya yang telah di petakan dalam 4 kwadran

Penjabaran 4 Kwadran:

Isian tiap kolom mapping kwadran tersebut sebetulnya adalah saringan dari apa-apa yang telah dibuat di NHW sebelumnya. NHW berkaitan dengan indikator keseharian dan NHW manajemen waktu. Dan berikut adalah gambaran aktivitas yang dijalani dalam keseharian :

Aktivitas Yang Sudah berada Dalam Indikator Sesuai Visi-Misi Hidup (NHW 2-6)

Tabel 1 : Indikator sesuai Visi & Misi Hidup

Indikator Waktu

(minimal)

Keterangan
Memurnikan ketaatan dengan mengikuti petunjuk Allah
1. Salat malam, baca quran, menuliskan pemahaman, penyampaian plan & propose 2 x /pekan Harapan 4-6x/pekan
2. Menghayati asmaul husna Per hari
3. Menghadiri tadzkir, taklim dan tazkiyatunnafs / menghadiri undangan pemahaman quran. 1x /bulan
Mensyukuri Fitrah (Potensi Diri) melalui aplikasi, pemeliharaan, pengembangan dan berbagi
1. Plan & Propose kepenulisan 1x
2. Membaca di-sebagian besar kesempatan luang random
3. Menulis (ide, riset, outline hingga cuplikan naskah) 15-menit/pekan
4. Menyediakan waktu khusus untuk menulis setiap hari. 30 menit – 4 jam/hari
5. Menghadiri event komunitas literasi. 1x/tahun (off line/online)
6. Update media sosial posting konten bermanfaat, membalas komen, cek email, membalas email pribadi. 30 menit-1 jam/pekan
6 Mengasuh page bisnis, membuat iklan dan follow up iklan, mengkonsep rancangan berkelanjutan 2x/pekan: 1-3 jam
Belajar, Berguru dan Konsisten Memperbaiki Diri dan Mengajarkan Ilmu
1. Plan & propose studi s2 1x
2. Kontak supervisor, web browsing, kontak university, scholarship, dll 2x/pekan Bisa lebih tergantung keperluan
3. Persiapan IELTS (positioning test)-web browsing kursus dan strategi positioning 1x/pekan
4. Menghadiri event /expo scholarship 2x/tahun
5. Mengajar di Rumah Literasi Tipar 1x/pekan Bisa ditambah
6. Mengajar ngaji anak-anak mushola, mendongeng kisah-kisah quran 2x/bulan
7. Mengikuti dan membuat kurikulum Homeschooling di rumah 1-4 jam sebanyak 1-3 x /pekan
8. Mengajar Homeschooling sesuai jadwal Sesuai jadwal harian
9. Family education trip 1x/bulan
Menjalankan Peran Sesuai Peran dan Amanat yang disanggupi diri dan di amanatkan Tuhan
1. Istri merawat diri 1x/bulan
2. ibu-anak dan istri menyiapkan sarapan pagi sebelum pukul 6 Min. 3x/pekan Setiap hari
3. Membuatkan Sayur untuk Mama 3-4x/pekan
4. Menyiapkan perlengkapan kantor suami, mengantar suami berangkat ke kantor Setiap pagi Izin bila ada halangan
5. Ibu Memanajeri proyek keluarga/anggota keluarga 1x/pekan
6. Rembug bareng santai bermanfaat keluarga : bincang-bincang harian, progress individu, sharing problem keluarga 2x/pekan
7. Gadget Free Time selepas subuh sd pukul 05.45 dan 18.00 – 20.00 Setiap hari Jadwal kuliah s/d 19.00
8. Olahraga bersama (lari, renang, bersepeda dll) 1x/pekan
9. Membacakan Cerita menjelang tidur 2x/pekan
10. Mengantar anak tidur pukul 20.30 5x/pekan
11. Mengisi pulsa/paket Mama 1x/bulan
12. Mengantar/mengurus keperluan Mama disesuaikan
13. Pacaran 1x/bulan Jadwal khusus hang out (nonton, nge-date, dll)
14. Melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang di emban di organisasi atau komunitas Sesuai jam
15. Mengerjakan Tugas-tugas 1x/pekan
16. Memberikan waktu luang kegiatan bebas 2 jam/hari
17. Memperkenalkan makanan sehat ke anak-anak, pagi sarapan buah, kurma, dll Per hari
18. Plan and Propose Home schooling 1x
19. Art untuk Mama dan rumah disesuaikan
Mensyukuri karunia tubuh dan segala Perbendaharaan yang meliputinya
1. Mengikuti kulwap Marie Kondo sampai selesai Sesuai jadwal
2. Menyelesaikan tahapan-tahapan dengan sungguh-sungguh : manajemen perlengkapan dan logistik, maintanance. Sesuai jadwal Maksimal 6 bulan tampak hasil
3. Olahraga 2x/pekan
4. Manajemen Belanja 1x/bulan
5. Manajemen keuangan keluarga 1x /bulan
6. Manajemen keuangan bisnis 1 x/bulan
7 Manajemen Sedekah individu dan keluarga 1x/bulan
Meninggalkan Wasiat Berharga
1. Sarana kesehatan (plan & propose) 1x
2. Tulisan-tulisan sesuai
3. Karya pasca sarjana sesuai
4. Rumah Literasi (plan & propose) 1x
5. Bisnis (plan & propose) 1x

Tabel 2 : Do & Don’ts

No. Do and don’ts in bold Keterangan
1. Membuat Plan & Propose  Sebagian dibuat di NHW 4-5
2. Membuat time table 24 jam dan mengamati peta waktu  Sudah dilakukan di NHW 6 = Ibu Manajer Keluarga
3. Hanya bekerja pada waktu-waktu produktif  

NHW 6

4. Tidak begadang “memaksakan diri dalam project” NHW 7
5. Istirahat dan happy relax di waktu luang  NHW 7
6. Gadget OFF program, semua ada waktunya tidak ada fast respons dalam hp pribadi. NHW 6

Dari tabel diatas, terlihat aktivitas dinamis produktif yang diberi tanda tulisan berwarna biru dan aktivitas supportif dalam rangka sebagai basis/persiapan mengisi amunisi ranah produktif tampak di tulisan berwarna merah.

Untuk itu apa-apa yang direncanakan dalam hidup apabila dilakukan dengan sebenar-benar dan sesungguh-sungguhnya, niscaya akan memperoleh hasil. Karena proses/ikhtiar adalah kewajiban, sementara hasil dan balasan rizki adalah urusan yang maha memberikan izin.

Memetakan (Mapping) Potensi Diri di Ranah Domestik

Di ranah domestik, jujur saja hal yang paling utama, penting dan mengapa saya harus hadir adalah di tugas saya sebagai pendidik anak-anak. Selebihnya, untuk aktivitas domestik, bagi saya hal tersebut adalah rutinitas yang cocok dicarikan solusi seperti delegasi. Namun beberapa 1/2 tahun belakangan, full di rumah tidak ada jasa asisten Rumah tangga, dan saya mencarikan solusi menyelamatkan waktu yang saya perlukan dengan jalur berikut:

  • Mengurangi load pekerjaan —> Mengurangi jumlah barang, tanggung jawab terhadap sumber daya disekitar.(Dalam hal berbenah saya menggunakan strategi yang kini tengah saya pelajari di kelas berbenah).
  • Menyederhanakan mekanisme dan menggunakan bantuan man power atau alat elektronik. Bantuan man power (mendidik anak-anak untuk menyelesaiakn tugas mereka, bagaimana makan, berbenah tempat tidur, memberesi mainan. Namun yang namanya anak-anak <5 tahun, seringkali tetap muncul saat mereka enggan melakukannya, dan itu wajar.)
  • Saya lebih memilih menggunakan peralatan canggih yang menyelamatkan waktu alih-alih mengerjakan aktivitas bisa tapi tidak suka namun membuang waktu.

cleaning-2414049_640

Disini saya akan melihat efektivitasnya, melihat apakah saya lebih baik mendelegasikan house work (menggunakan jasa ART), atau berhasil dengan strategi diatas.

Saat ini perlahan namun konsisten-kontinyu saya sedang menjalani bagaimana strategi saya melakukan penyelamatan waktu dalam hal domestik selain mendidik anak. Contoh : berbenah sebagai rutinitas harian. 

Memetakan Potensi Diri di Ranah Publik

  • Pengalaman di ranah publik sebelumnya dan domestik
  • Produktivitas dari jam terbang yang telah dibuat di milestone dan manajemen waktu.
  • Peran diri seuai fitrah bakat. (Yang dilihat juga dari bantuan tools bakat).

Suka Adalah Kunci

Dapat menemukan “inti” yang menjadi sebuah tujuan atau alasan mengapa saya dihadapkan atau menjalani sesuatu, membuat saya tidak banyak memiliki kwadran  “tidak suka”. Di semester 4 kuliah, saya mengalami perubahan mental dan mind set. Dari  metode belajar menghafal berubah menjadi menghayati ilmu. Saya hanya baca halaman-halaman depan namun dengan penuh penghayatan. Ternyata metode ini mampu mengantarkan saya lulus dengan cukup baik disertai mampu bertanggung jawab di multi kegiatan keorganisasian yang saya ikuti. Ilmu kedokteran yang selama ini didengungngkan sebagai ilmu hafalan tingkat dewa, saya keluar dari metode itu. Mengerti dan memahami pendahuluan, mengetahui arah tujuan ilmu sanagatlah membantu mempercepat pemahaman halaman-halaman berikutnya.Dan metode belajar seperti ini amat long lasting. Saya masih ingat materi kuliah, mengetahui bagaimana mencarinya, sementara banyak teman yang 2 minggu setelah ujian melupakan apa yang telah dihafal keras sebelumnya. Saya menyebutnya:

“lamban di awal tapi dapat sehingga kesananya cepat.”

Strategi seperti ini sudah banyak merasuki banyak aktivitas saya. Termasuk dalam mengerjakan NHW ini, hehe :D. Saya sering membaca ulang materi dengan perlahan, menggabung-gabungkannya dengan materi sebelumnya bahkan mencari tahu dahulu tujuan pembuatan NHW. Agar ketika membuatnya, dapat ber-impact positif dan maksimal ke kehidupan saat ini maupun seterusnya. Bahkan semoga apa yang dikerjakan dengan proses yang cukup perlahan ini, syukur-syukur dapat bermanfaat bagi kehidupan orang lain. Amiin biidznillah 🙂

Jujur saja, prinsip semua bisa asal disukai dan kemampuan mencari “manfaat” dari yang sedang dikerjakan walaupun tidak terlalu diinginkan sebelumnya, membuat saya cair dalam keadaan apapun. Tapi hal itu seolah masih berada di tatanan “menjalani dan menghadapi tantangan hidup apapun yang ada di hadapan.” Yaitu sebuah pola hidup yang jangka pendek dan cenderung menyiapkan diri hanya untuk proses yang ada di hadapan.

Sementara saya sendiri menghendaki adanya fokus ke suatu tujuan hidup yang dapat saya maksimalkan. Artinya sangat membutuhkan suatu pemahaman jauh dan memahami pula hakikat diri selaku pelaksana kehidupan.

Tools Yang Membantu Menguatkan langkah Kaki Untuk Mencapai Tujuan Hidup Mengapa Diciptakan

Tools bakat apapun itu, sifatnya hanyalah membantu kita dalam “mengenal dan menilai diri kita”

Dan setelah membuat ragam hal tentang kemampaun, kesukaan dan ketidak-sukaan diri, maka tools menemukan bakat dapat menjadi salah satu bentuk konfirmasi atau support :

IMG_0103

ST 30 pertama test

Screen Shot 2018-03-11 at 9.14.45 AM.png

ST 30 ke setelah pengulangan

Tampak di strength cluster, generating idea selalu mendominasi. Dengan creator, educator, visionary, dan synthetizer selalu masuk dalam tiap kali test. Sementara untuk kelemahan saya : Commander, operator dan treasury selalu menjadi tantangan tersendiri. Bagaimana saya menyikapi kelemahan tersebut agar tetap produktif ataupun stabil. Semisal berkolaborasi dengan pihak lain.

idea-3085367_640.jpg

Generating idea menjadi cluster kekuatan terbesar saya

Dalam menyikapi kekuatan, ternyata jalan hidup dan pilihan yang saya ambil kini sudah selaras dan sejalan. Selama manusia mendengarkan “the calling from inner self” maka sebetulnya ia tengah mengikuti pula jalan yang ditentukan Tuhannya diawal penciptaan. Di NHW 7 ini, saya memahami bahwa tugas manusia adalah beribadah kepada Allah. Dan beribadah yang paling besar sebetulnya dapat ia jalankan dengan mensyukuri potensi terkuat yang telah dianugerahi Allah kepadanya. Karena ibadah dengan mensyukuri apa yang menjadi keunikan diri akan membuat seseorang produktif dan bermanfaat bagi kepentingan yang jauh lebih besar.

  • Fokus. Di NHW ke 7 ini, saya memahami mengapa Allah memisahkan saya dari pekerjaan “nyaman” saya sebelumnya. karena walaupun saya senang dan merasa bermanfaat disana, namun kelebihan saya seringkali sulit di-maintanance. Seperti saat saya memiliki ide dan merintis program unggulan. Namun, ketika akan melanjutkannya untuk kontinyu, di pemerintahan perlu dukungan dan izin dari birokrasi terkait. Dan saya diminta menjalankan tupoksi yang sebetulnya bisa di-delegasikan kepada dokter lain. Kalau dapat dipahami lebih lanjut, sebetulnya ini bentuk “pengalihan” dari stregth untuk berkreativitas dan produktif :D. Tupoksi yang rutin ini jauh lebih banyak menyita waktuakan banyak menyita waktu, membuat strength saya tidak terafiliasi dan terwujud dengan baik. Orang-orang seperti saya lebih baik berdiri sendiri atau memang berada dalam ruang yang tepat. Dengan semakin memahami hakikat strengh yang merupakan anugerah illahi yang spesifik kepada setiap manusia ini, apalagi dihubungkan dnegan milestone, waktu dan produktivitas saya sangat bersyukur.
  • Manajemen Aktivitas Domestik. Seperti yang sudah ditulis diatas, beberapa hal domestik yang lebih banyak masuk kwadran bisa tapi tidak suka, terkecuali mendidik anak dan memasak akan dibuat “kandang waktu”, sekaligus sebagai strategi meng-efisienkan pekerjaan. Aktivitas domestik yang sifatnya rutin dan berulang seringkali saya anggap banyak menghabisakan waktu namun kurang produktif. Belum lagi hal-hal yang sifatnya teknis, elementary (operating, administrasi) benar termasuk dalam ketidak sukaan dan kelemahan di ST 30. :p
  • Menguatkan peran fasilitator Belajar anak. Peran ini diperkuat oleh hasil pemertaan bakat. Kesenangan sejak kecil dalam mengajar dan terlibat diaktivitas pembelajaran, membuat saya di waktu TK hingga SD kerap bermain peran menjadi guru. Tak hanya dipermainan kanak-kanak, hal yang sama juga terjadi saat di bangku kelas 2 SD, dipilih menjadi asisten guru kelas. Wali kelas sering meminta saya menulis di papan tulis di depan kelas apa isi buku pelajaran kala itu. Sementara ibu guru pergi meninggalkan kelas.  Aktivitas itu saya pikir adalah karena saya senang menulis dan menyenangi menghias huruf-huruf, dan saya ingat saya betul-betul menikmatinya. :D. Di masa sma hingga kuliah, saya mengisi waktu liburan di rumah dengan mengajar kanak-kanak bahasa inggris dan pealajaran sekolah. Di masa kuliah, saya menjadi asisten dosen 3 mata kuliah disaat kesibukan di dunia organisasi pun bersliweran. Aktivitas keorganisasian paling produktif yang saya hasilkan adalah di ranah Diklat, menjadi koordinator diklat tim bantuan medis universitas memberi ruang bagi saya benar-benar berinovasi sesuai bakat saya. Sehingga hari ini saya masih menerima sms adik-adik kelas memberikan ifo dari kurikulum yang sempat saya susun, padahal itu sudah belasan tahun berlalu. Hal ini baru saya ilhami sebagai sebuah jalan Allah, yang baru diusia kini benar-benar saya pahami. Masyaallah.
  • Mencari kolaborasi yang tepat. Akibat sebuah pilihan yang kini mengantar saya menjadi  seorang profesional mandiri, saya memerlukan kolaborasi untuk menjalankan teknis dan administrasi, agar karya yang dihasilkan menjadi produktif dan kontinyu.
  • Akselerasi, membuat rangkaian NHW ini, lagi-lagi membuat proses saya semakin cepat. Alhamdulillah 🙂

Temu Bakat dan Misi Spesifik Hidup Untuk Tujuan Hidup Bahagia dan Produktif

Screen Shot 2018-03-11 at 11.58.48 PM.png

Bagan diatas menjelasakan arti penting produktivitas. Produktivitas tertinggi hanya dapat dimenangkan mereka yang memahami dan memaksimalkan terpakai-gunanya kekuatan mereka (potensi unik dan bakat) untuk menjalankan peran utamanya.

Dalam menjalani peran utama sebagai pendidik anak maupun peran publik saya, saya akan menggunakan kekuatan utama saya yang telah saya ketahui maupun sudah saya saya konfirmasi berulang dari tes-tes yang saya ikuti.

Yaitu yang memiliki kekuatan lebih sebagai Cretaor, educator, synthetizer dan visionary. Maupun menggunakan kemampuan irisan lainnya seperti evaluator, motivator, mediator, selector dan analyst. Dan menjawab tantangan kelemahan dengan menerimanya secara baik dan menyusun strategi menyiasatinya dengan berkolaborasi dengan para Commander, operator dan treasury.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: