The Changemaker In Me :)

Kemana Visi Mulia Ini Berujung ?

Alhamdulillahirobbil “alamiin, saya dan teman-teman kelas Depok 1 akhirnya tiba di pekan ke 9 matrikulasi Ibu profesional. Sebuah program atau squad yang memperjuangkan para ibu Indonesia untuk berdaya sejak dalam dirinya, keluarganya, lingkungan sekitar hingga masyarakat Indonesia dan dunia.

“Apa yang tidak mungkin terjadi oleh satu orang ibu yang bertekad baik merubah dirinya ? Semua bisa terjadi—karena sejatinya, mendidik 1 ibu sama dengan mendidik 1 bangsa.”

Kalau Bapak bangsa Bung Karno dahulu membara dan menularkan semangat keras membangun Indonesia di masa pasca kemerdekaan dengan menyuarakan “Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncangkan dunia.” Dan kini saya mencoba mengembalikan ke titik mulanya dari ungkapan ini. Kalau saja ada yang mengingat sebaris lirik di kalimat pertama sebelum ucapan membara itu menghentakan jiwa-jiwa rakyat Indonesia di kala itu, yaitu lengkapnya begini :

” Beri aku 1000 orang tua niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya, beri aku 10 pemuda, maka akan kuguncangkan dunia.”

Begitulah sang proklamator Pak Karno yang kental dengan ketokohan  visioner dan revolusioner. Beliau sadar betul akan nasib Bangsa Indonesia dari masa ke masa adalah bertumpu pada komponen pokok “generasi muda” , yang mana segala kemampuannya bergantung kepada para orang tua.

Maka disini lah, tantangan itu pun dijawab secara nyata dengan “Ku berikan seorang Ibu terdidik, maka jangankan 10 pemuda yang diminta, satu generasi tengah kusiapkan untuk peradaban”

Tentunya “aku” yang dimaksud adalah Komunitas Ibu Profesional, karena komunitas ini konsisten bergerak menuju tujuan yang sama. Bahwa Ibu lah kunci keberasalan para 10 pemuda tangguh impian bung Karno itu. Para changemaker untuk peradaban dunia.

 “Innallahu la yu ghoiyiru ma bikaumin, hatta yu ghoiyiru ma biamfusihim”. ” Tuhan tidak merobah nasib sesuatu bangsa sebelum bangsa itu merobah nasibnya” 

Berikut adalah Tugas menyenangkan di pekan #9. NICE HOMEWORK #9

BUNDA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN

Bunda, kalau sudah menemukan passion (ketertarikan minat ) ada di ranah mana, mulailah lihat isu sosial di sekitar anda, maka belajar untuk membuat solusi terbaik di keluarga dan masyarakat.
Rumus yang kita pakai :

PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE

Social venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan.
Sedangkan social enterpreneur adalah orang yg menyelesaikan isu sosial di sekitarnya menggunakan kemampuan enterpreneur.

Sehingga bunda bisa membuat perubahan di masyarakat diawali dari rasa emphaty, membuat sebuah usaha yang berkelanjutan diawali dengan menemukan passion dan menjadi orang yang merdeka menentukan nasib hidupnya sendiri.

Hal ini akan membuat kita bisa menyelesaikan permasalahan sosial di sekitar kita dengan kemampuan enterpreneur yang kita miliki. Sehingga untuk melakukan perubahan tidak perlu menunggu dana dari luar, tapi cukup tekad kuat dari dalam.

(NOMOR 1Mulailah dari yg sederhana, lihat diri kita, apa permasalahan yg kita hadapi selama ini, apabila kita bisa menyelesaikan permasalahan kita, dan membagikan sebuah solusi, bisa jadi ini menjawab permasalahan yg dihadapi oleh orang lain. Karena mungkin banyak di luar sana yg memiliki permasalahan yg sama dengan kita.
Setelah selesai dengan permasalahan kita sendiri, baru keluar melihat isu sosial yg ada di sekitar kita

Bagaimana caranya? Isilah bagan-bagan di bawah ini:

Selamat menjadi agen perubahan
Karena
Everyone is a Changemaker
(Setiap orang adalah agen perubahan)

Sampai jumpa di perkuliahan Ibu Profesional selanjutnya untuk bisa lebih memahami secara detil matrikulasi IIP ini.

Salam Ibu Profesional

IMG-20180321-WA0000.jpg

contoh bagan social venture

Beberapa kalimat diatas saya bubuhi warna dan penebalan huruf— sebagai tanda, bahwa itulah tantangan yang mesti dijawab. Dan di ilutrasi bagan di bawahnya, adalah gambaran sederhana bagaimana planning social project itu dibuat.

 

Sebagaimana matrikulasi adalah program penyiapan “mental” para Ibu profesional, untuk berada dalam 1 kerangka mind set sebelum menapaki tangga selanjutnya di tahapan Bunda Sayang- Bunda Cekatan- dan Bunda Shalihah, maka saya pun akan merangkumkan materi dan pemahaman di program ini sebagai berikut :

Ilustrasi infografis materi-NHW matrikulasi 1-9. <———– PR pribadi saya pasca NHW #9. Insyaallah akan saya buat di post tersendiri

Dan untuk itu saya pun akan menjawab tantangan ini. Bismillah.

The Changemaker in Me

Dimulai dari minat diri. Apa sih minat diri saya ?

screen-shot-2018-03-10-at-3-27-39-pm.png

peta minat

Diantara ragam minat, saya paling berminat di tahun-tahun kedepan untuk menyelami dunia keluarga dan pendidikan anak. Dalam menjalani minat ini, ragam aktivitas suka dan bisa bisa saya sinergikan. Karen asejatinya kehidupan keluarga adalah cikal bakal kehidupan semesta.

Sehubungan dengan peran sebagai seorang istri, ibu dan anak sebagai yang utama—pertama. Dan peran ini dominan dilakukan di dalam rumah, maka saya harus memiliki manajemen berikut strategi yang baik kala menjalankannya. Sehingga saya baru dapat memperoleh peran utama di kehidupan publik secara tentram dan optimal. Untuk itu saya akan memulainya dari pengamatan masalah dan pemetaan strategi menuju konklusi pemecahan masalah :

Pengamatan permasalahan yang dihadapi di diri sendiri-keluarga :

  1. Mom’s time management. Baik itu ibu di rumah, ibu bekerja publik dari rumah ataupun ibu bekerja publik di luar rumah. Semua mengalami kendala yang sama di “how to make time valued with effectiveness and efficiency
  2. Under the roof top communication. Komunikasi antar anggota keluarga. Suami dengan istri, Ibu dnegan anak, ayah dengan anak, anak dengan ibunya, dll.Banyak masalah yang bisa terjadi akibat kurang tepatnya “mengkomunikasikan” sesuatu.
  3. Stress of routinity. Ini sering menjadi “lubang setan” para IRT yang banyak di rumah dan terjebak dal rutinitas. Termasuk di dalamnya Ibu bekerja di luar rumah, yang pergi pagi pulang malam. Rutinitas tersebut sangat mematika kreativitas.
  4. Tight in the rules, but ruled out of vison. Ada banyak orang yang memilih diilhami oleh “filosofi hidup mengalir” dan ada juga yang menentukan banyak aturan namun semua bersifat jangka pendek yang tidak jelas tujuan akhirnya jangka panjangnya. Jadi sebaiknya yang mana? atau ada yang lebih baik dari keduanya?
  5. Parenthood comprehensiveness and family purpose. Belum pahamnya orang tua akan pentingnya memahami konsep menjadi orang tua secara utuh. Karena kalaulah tidak menurunkan hasil pengasuhan zaman baheula yang diterima, kita cenderung belajar ilmu parenting sepotong-sepotong. Seringkali malas mencari hingga kedalaman dasar samudra ilmu pengasuhan ini apa pondasi awal yang membentuk konsep menyeluruh tentang ke-orang tua-an ?

 

Screen Shot 2018-03-26 at 6.23.52 AM.png

Mapping masalah dasar dan umum di dalam keluarga

Itulah 5 ranah terbesar sumber konflik internal di dalam rumah, yang saya dapati baik dari pengalaman pribadi maupun pengalaman orang lain yang saya temui. Dimana tak ada rumah yang kebal absolut terhadap permasalahan serupa diatas. Sejatinya masalah-masalah dalam rumah ini yang akan berkembang keluar muncul di lingkungan dan masyarakat. Apabila permasalahan ini mampu diselesaikan di tatanan keluarga, maka ini akan bekerja ke tatanan individu maupun sosial masyarakat.

 

Program media sosial

facebook-instagram-network-266246.jpg

ilustrasi networking

  1. Bagaimana saya dapat menyelesaikan masalah sendri namun disaat yang hampir sama mampu memberi input langsung bagi kehidupan banyak orang? (Spreading spore effect)
  2. Bagaimana saya bisa memulai melakukan sosial projevt yang individualis sebelum menapaki tangga-tangga yang bersifat sosial kepada lingkungan sekitar?

Karena saya merasa masih sangat perlu merefleksi diri saya kembali di ranah domestik. Inilah value yang rasakan sejak awal mengerjakan NHW di Institut Ibu Profesional. Bahwa konsep berpikir yang sederhana dan utama. Bahwa sejatinya segala permasalahan di luar (dunia publik dan kemasyarakatan) adalah akibat langsung dan tak langsung dari apa yang terjadi di dalam rumah.

Kunci para Ibu dapat tentram jiwanya beraktivitas publik adalah terpenuhi tanggung jawab domestiknya.

Dan berangkat dari pemikiran diatas, sebagaimana hal yang sama disampaikan Pa Dodik ke bu Septi :

“Bersungguh-sungguhlah kamu didalam, niscaya kamu akan keluar dengan kesungguhan itu”

Selagi saya membenahi urusan disebalik pagar rumah sendiri ini, sebelum menguatkan kaki dan sayap-sayap untuk berkegiatan sosial yang nyata di lingkungan, saya harus mencari formula apa yang tepat.

Terinspirasi dari bu Septi bahwa menyelesaikan masalah sendiri terlebih dahulu akan pula menyelesaikan masalah orang banyak yang memilki permasalahan yang sama. cara yang termudah di tahap ini berbagi manfaat tanpa terus harus keluar dari rumah di masa membenahi urusan domestik adalah : “media sosial”

Keuntungan : tidak repot keluar rumah, bisa dilakukan kapan saja (time-able), dapat diseusaikan waktu sesuai gadget time, menambah jam terbang.

Konsekuensi : ada penilaian dari ragam pihak –> Bahwasanya ini sebuah kewajaran. Itulah kehidupan pertanggung jawaban terhadap apa yg ditulis. selalu memurnikan niat, menjaga kejernihan qalbu (tazkiyyatun nafs) mengapa kita melakukan sesuatu. Fokus pada tujuan kita, kepada siapa kita ingin mempersembahkan karya dan ridha siapa yang kita butuhkan.

Mind set apa yang harus saya instal ketika ber media sosial :

*Syarat :

1.Benar dilakukan

2. Diniatkan untuk kebermanfaatan dalam rangka mencari ridha Allah.

“Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno).

Kalau sudah berkuat tekad, jangan cepat melemah, khawatir dinilai a, b, karena ini project kita murnikan, jernihkan agar Tuhan yang mennaggapi. Bukan minta ditanggapi manusia lainnya. Fokus saja berbuat kebajikan menebar manfaat dengan cara yang baik. 🙂

Apabila kita menemui masukan positif itu bagian dr jawaban dan apresiasi Allah. Kalau pun malah menerima opini negatif namun kita tidak merasa begitu gunakan motto “biarkan opini bicara, khalifah tetap berkarya” menambah jam terbang. Kalau ada benarnya opini yang disampaikan, terima dan koreksi kembali diri kita. Sesederhana itu, tapi memang kadang kita menemukan hal ini tidaklah mudah diterapkan.

IMG_0893

Proyek media sosial individu

Nah, ini adalah rencana jadwal yang dibuat untuk menggunakan modalitas atau potensi yang telah dianugerahi Allah dengan adanya media digital dan media sosial. Bentuk syukur terhadap perbendaharaan ini adalah : memkasimalkan potensi diri sesuai bakat yaitu menulis konten singkat maupun panjang. Selain dapat dibarengi dengan tahap memantapkan manajemen domsetik, media sosial juga banyak memberi keuntungan diantaranya jam terbang bertambah, self branding yang sangat dibutuhkan ketika hendak melebarkan sayap terdokumentasi hingga dapat menjadi bekal nyata portofolio apa yang sudah dilakukan, membuka dan meluaskan networking.

“Integritas”. Apa yang nyata dilakukan baik ada maupun tidak ada orang yang melihat, mengetahui, ataupun peduli. Dan saya akan berupaya belajar menguatkan integritas diri ini. tantangan keduanya adalah “respect the commitment” untuk selama 1 bulan masa percobaan men-challenge diri patuh pada apa yang telah di niatkan dalam perencanaan.

Proyek Sosial Venture Sinicenopy : Changemaker Family

Terangkum dari permasalahan dalam rumah sendiri maupun keluarga lainnya. Setelah fase plan and propose selesai-fase pengamalan kesungguhan tingkat domestik-pengujian manajemen waktu harian. Maka insyallah digenapkanlah social venture dibawah ini :

Screen Shot 2018-03-26 at 6.03.25 AM

Proyek sosial venture Irnova

Sekian NHW#9 Saya ini, banyak yang masih ingin saya paparkan. Namun apa yang sudah tertoreh disini rasanya sudah cukup mewakili. Hanya tinggal melangkahkan kaki, Sinicenopy!

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: