“Berubah Atau Kalah” Video dan Memoar Matrikulasi Ibu Profesional

Sebuah Aliran Rasa..Tuangan insight selama menjalani perubahan di masa-masa matrikulasi, yang di transfer alam pikir dan rasa menuju jari-jemari tangan. Semoga bermanfaat bagi siapapun yang sempat membacanya 🙂

Bismillahirrahmanirrahiim

Persembahan ini sengaja dikirimkan kepada divisi matrikulasi, berupa video aliran rasa dan memoar pendek seorang Ibu pembelajar matrikulasi di Kota Belimbing. Hanyalah seorang 1 dari hampir 3500 Ibu yang juga menjalani proses yang sama di belahan bumi berbeda. Dengan harapan karya ini dapat saling menguatkan langkah kaki antara kami yang sudah terhubung di ruh nan sama, agar kokoh melangkah menuju fase-fase menjadi ibu profesional berikutnya…

Video ini merupakan penghayatan proses matrikulasi, yang alhamdulillah memenangkan penghargaan Aliran Rasa Terbaik matrikulasi batch #5 saat Wisuda tatap muka di Kota Depok. Sebagai bentuk syukur yang sama, hendak pula mempersembahkannya untuk Institut Ibu Profesional menyeluruh, dari Founder hingga seluruh komponen dan jajarannya 🙂

Video Aliran Rasa Penghayatan Matrikulasi 

 

Memoar Matrikulasi Irnova

Menjadi Be Yang Dekat Sebelum Menjadi Be Yang Jauh

Terabaikannya Suara Hati

Pertengahan 2017, tergenapkanlah asa dan cita dengan diajukannya permohonan resign dari dunia rutinitas kerja. Rutinitas yang sebetulnya saya nikmati dan banyak memberi manfaat sekaligus penghasilan. Bukan pula rutinitas yang membuat stress karena sejatinya itu adalah ranah dan profesi yang saya inginkan sejak dulu. Lalu apa? Mengapa malah resign?

Keluarga kah? Keluarga tidak pernah meminta  saya untuk keluar dari pekerjaan. Karena pabila ditilik, kesyukuran semestinya yang saya kedepankan atas posisi dan prestasi yang saya peroleh. Dokter teladan, inovasi terbaik tingkat kota, lalu pindah ke Depok juga memberikan jawaban doa setelah 2 tahun LDM (long distance marriage). Saya tetap bisa bekerja dan mengurus keluarga sepulang bekerja, karena toh saya pulang pukul 3 sore. Cukup ideal malah patut disyukuri bagi masyarakat kota Jabodetabek.

Hingga suara batin yang memanggil tuk membuat langkah besar itupun saya elus-elus saja dan saya jawab“Iya-iya, nanti yaa saat waktunya sudah tepat dan stabil…belum sekarang :)”. Suara batin apa sebenarya? Suara yang berujar dalam bilik terdalam jiwa “Nov, kamu tahu kamu bisa melakukan hal yang lebih bermanfaat dari hari-hari mu yang sekarang dan menjadi dirimu yang sejati sesuai doa kepindahan mu ke Depok!”

Sebuah Doa, pada akhirnya menerbangkan saya kembali menyatu dengan keluarga. Ada cita-cita di qolbu terdalam, yang kini setelah memahami talents mapping baru dapat saya fokusi. Adalah buah ide karunia Illahi yang selalu Allah hadirkan di kepala. Hingga berbagai karya inovasi dapat saya munculkan ditengah stagnannya birokrasi. Adalah tentang bagian dari diri saya yang penuh ide, dan bagian itu tak terwadahi—tak terlalu terfokusi padahal ia perlu saya syukuri, rawat, bibiti dan airi hingga ia mampu terus memproduksi karya-karya bermanfaat.

Suatu saat suara batin itu begitu menguat, kondisi pecah tak terkendali. Saat saya menyusui bayi yang berusia 5 bulan, saya pun diuji Allah, ASI saya pas-pasan dan sulit diperah. Berbagai siasat kami sekeluarga lakukan agar saya tetap bisa bekerja dan tetap menyusui. Sampai-sampai kami pindah mengontrak mendekat ke tempat kerja. Benarlah, segala upaya itu pada akhirnya alhamdulillah TIDAK BERHASIL :). 6 bulan masa percobaan itu justru akhirnya mengantar saya lebih cepat dan mantap menuju R-e-s-i-g-n.

Memasuki Gerbang Pintu Rumah Ibu Profesional

2017 akhir, pendaftaran matrikulasi di buka, seolah disengaja semesta bagi saya membuka sendiri pintu gerbangnya. Diawalilah perjalanan saya bersama 200 lebih perempuan tuk pertama kali mengisi gelas tahu tentang CoC—etika berkomunitas, saya kagum-sekaligus bersemangat! Ini wadah yang baik dimana ditumbuh-suburkan value-value seperti :

  • Memiliki adab yang baik
  • Bersikap aktif & bertanggung jawab, lawan dari perilaku pasif dan silent reader
  • Berbagi maupun melayani di kedepankan. Sebuah falsafah yang selama ini saya inisiatifkan dan terapkan sejak belajar berorganisasi dahulu.
  • Publikasi bermartabat dan bertanggung jawab

Dan disinilah persinggungan hati yang pertama dengan komunitas ini.

Dengan riang saya berupaya aktif, berbagi dan melayani sejak di pra-matrikulasi. Bahkan saat ke pendaftaran matrikulasi yang mendebarkan pun, saya dan beberapa teman menawarkan diri membantu proses registrasi bagi yang kesulitan sinyal, kendala di perjalanan tengah laut dan sebagainya. Kurang lebih 7-10 orang saya dan suami daftarkan. Sedari membuatkan email baru dan meminta data kami lakukan dengan cepat, karena pendaftarannya berkuota dan bikin keki. Dan hikmahnya pada saat matrikulasi, salah satu ibu yang tengah berada ditengah laut yang sulit akses tersebut ternyata sekelas dengan saya di Depok 1, dan saya mengetahuinya karena ia menyampaikan di kelas. Bahwa sebetulnya ia telah pasrah ketika itu, dan ia bersyukur ada orang tak dikenal yang menawarkan bantuan. Tak cuma berakhir disitu, syukurnya lagi, beliau menjadi teman baik sekaligus pembelajar yang sangat aktif di kelas! Masyaallah bukan? 🙂 Belum lagi para ibu lainnya yang mewapri tuk menyampaikan terimaksih telah terdaftar di matrikulasi, jujur saja momen-momen seperti itu sangat menggetarkan sekaligus menguatkan bonding saya dengan komunitas ini. Masyaallah…

Episode-episode Menggenapkan Asa Selama Matrikulasi

Adalah fase plan & propose, fase perencanaan hidup yang saya susun dalam rangka meraih asa yang saya impikan hingga mewujud dalam suara batin yang kerap memanggil sebelumnya. Fase ini saya perkirakan akan memakan waktu ±6 bulan. Menyusun plan keseharian, membuat manajemen waktu antara urusan keluarga, bisnis, klinik dan produktivitas lainnya. Dan sesungguhnya tujuan saya masuk ibu profesional sangatlah sederhana. “Saya ingin membuat manajemen waktu terbaik untuk menyeimbangkan peran domestik maupun publik.”

Dan ternyata NHW#2 menjawab kerumitan fase itu dalam 6 hari! Saya sempat mengalami writer’s block yang tergolong amat jarang saya alami. Bingung memulai NHW#2 darimana & bagaimana? Beberapa orang teman telah selesai bahkan sejak beberapa hari NHW#2 diluncurkan. Tapi saya? Seperti manusia ½ Dino yang dirundung ketidak-jelasan, tergopoh-gopoh—tersesat dalam rimbanya :D. Bagaimana tidak? Saya ingin membuatnya dengan sungguh-sungguh agar bisa dieksekusi menuju tercerahkannya asa.

Pencerahan dari Allah pun muncul pada akhirnya, saya harus menentukan VISI-MISI hidup terlebih dahulu. Baru dapat menurunkan indikator-indikator yang S(specific)-M(measureable)-A(attainable)-R(realistic)-T(timely). Dan alhamdulillah selepas jadinya NHW#2 yang saya kumpulkan 1 jam sebelum limit pengumpulan ini pun membuat NHW-NHW berikutnya semakin dinanti. Karena apa? Karena saya merasa terbantu dan terakselerasi cepat dalam fase-fase nyata hidup menuju asa yang hendak diraih. Benarlah menurut ibunda Septi, jadikanlah NHW ini road map, dan saya benar-benar mengamini perkataan tersebut. Saya pun mulai menerapkan satu per satu klaster indikator yang telah saya tuliskan. Dimana tergambar menyeluruh seluruh peran kehidupan saya, dari peran manusia sebagai mahluk Tuhan, ibu sebagai home-educator, istri mendampingi dan mendukung suami, bahkan peran anak membuatkan sayur untuk ibunda juga saya hadirkan disana. Amazing task, that organize and fullfil my life 🙂

Screen Shot 2018-04-30 at 8.55.34 PM.png
NHW#2 : Cuplikan indikator

 Menjadi Be Yang Dekat Sebelum Be yang Jauh

Tak hanya NHW#2. NHW#3-4 menyadarkan saya bahwa ada peran saya yang paling penting dan utama sebetulnya masih “mengawang”, namun dikira diri sendiri dilakukan sudah penuh pengorbanan. Padahal belum benar-benar mencapai titik “jahadu” (kesungguhan). Menjadi istri, ibu dan anak yang sungguh-sungguh menjalani perannya.Itulah mesej kuat yang saya peroleh di titik ini. Interaksi batin yang kian menggema-menggemuruh, membuat wajah tertunduk malu dihadapan Allah. Saya pun menyadari, dalam menjejaki asa, saya harus menyeriusi amanah Allah sejak dari sebalik pagar rumah sendiri. Yaitu “selesai” dengan diri dan keluarga, agar kelak saya tentram tak mencederai hak pihak manapun.

IMG_3645

NHW#3

“Bersungguh-sungguh lah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu”.

Terilhami pesan kuat yang diterima bu Septi dari Pak Dodik. Yang dalam diri saya lebih menjadi kepada Menjadi Be yang dekat agar pantas dan berintegritas tuk menjadi be yang jauh perlu ke-logowan jiwa nan besar tiba di titik ini sambil menatap cermin besar pengakuan diri. Saya yang sempat berpikir telah mencapai banyak hal di dunia publik dan merasa “cukup” untuk domestik, merasa butuh mengevaluasi diri. Tuk mundur sejenak ke belakang, menguatkan ruh integritas sejati dalam diri saya, sembari menyusun rangkaian menuju be-do-have & give yang saya kehendaki.

Hentakan-hentakan penyadaran diri tersebut belumlah usai. Ternyata saya masih disuguhi jawaban dari alasan masuknya saya ke Institut Ibu Profesional :). Bak disuguhi hadiah bertubi-tubi, di NHW#6 saya menjawab sendiri tentang manajemen waktu itu, termasuk di dalamnya stratetegi paling tepat untuk saya lakoni selaku ibu bekerja domestik maupun publik yang keduanya dari dalam rumah dan pekerjaannya berkaitan dengan dunia kreatif. Bahkan saya menyusun sebuah konsep manajemen waktu yang saya temukan sendiri, selain yang diberikan di materi matrikulasi. Konsep itu saya rencanakan untuk dibukukan agar membantu para ibu lainnya yang seperti saya si random-divergen. Bahwa pribadi-pribadi seperti saya yang sulit “teratur dan diatur” ini, ternyata bisa memiliki manajemen waktu teramat produktif yang sesuai bagi kami :). Sedari menemukan banyaknya waktu terbuang yang dapat diselamatkan, me time yang bisa dikayakan bahkan tanpa harus keluar rumah, saya juga memperoleh manfaat yang dapat saya tularkan. Masyaallah betapa ter “kayakan”-nya saya bukan ?

Screen Shot 2018-03-03 at 9.27.33 PMScreen Shot 2018-03-03 at 9.27.55 PM

Screen Shot 2018-03-03 at 2.57.18 PMNHW#6 : time line

Fokus Pada Penemuan Diri dan Media Berkarya

Seorang Ideation. Adalah bakat terbesar saya yang saya peroleh setelah mengikuti talents mapping yang terinspirasi NHW#7-8. Mencipta gagasan, mengkaitkan antar fenomena dan berpandangan jauh, benarlah merupakan ke-khasan yang Allah anugerahkan kepada diri saya. Mahluk ½ Dino seperti saya yang kerap dijuluki si “anti-mainstream”, kalaulah saja tidak menemukan muara tepat berkaryanya, maka ia hanya akan menjadi si mahluk langka yang di museumkan. Tergeser dari ruangnya dan merimba ke belantara nun jauh disana :D.

Dan pasca menyadari bahwa kehendak Allah adalah saya menyungguhi bakat itu, maka saya pun menerima penuh tuk berkarya di dalamnya. Kini saya tengah menelusuri perjalanan mengisi jam terbang mencapai be-do- have and give di bidang ilmu otak manusia sejak daridalam rumah yaitu dunia pengasuhan, hingga berbagi manfaat untuk negeri Indonesia tercinta. Saya irnova, Fokus berjalan terus meraih asa untuk kebermanfaatan, berubah atau kalah !

 *Tulisan untuk writing challenge matrikulasi batch#5

***

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: