Membuat Peta Eksplorasi Setu Tipar Sambil Bersepeda Dengan Kawan-kawan

“Bund, ajo mau izin keluar bersepeda..” Pintanya saat pamit.

“Oke, sampai jam 4.30 ya nak, habis itu langsung mandi ya” Jawab saya sambil memberikan tangan.

Jam 4.30 PM

Terdengar suara sulung bunda di ruang tamu. Rupanya ia yang membantu Om Dedy memasang lampu, jadi asisten si om lah.

Saat bundanya keluar kamar, bunda sampaikan padanya tentang mandi. Sambil meilhat jam tertera angka pas 4.30. Wow! Kok bisa pas banget ya? Kemudian bunda mengingatkannya tentag mandi. Dan tak seperti yang sudah-sudah, ia kini satu kali langsung ngacir hahaha.

Selepas Mandi ia pun mulai bercerita, saat itu bunda tengah menggambar. Dan kemudian mulai mengingatkannya untuk membuat review peta. Berikut saat ia menceritakan peta perjalanannya secara verbal dan visual :

 

Dari pengalamannya bersepeda bersama kawan ke Setu, ia sebetulnya mengalami berbagai aktivasi di berbagai area otak dan menjalani dasar-dasar belajar sebagai berikut:

          Ranah Stimulasi

 

Kegiatan & pengamatan

Stimulasi visual Stimulasi auditorik Stimulasi fisik kinestetik

Stimulasi Natural

Stimulasi verbal/linguistik Stimulasi intrapersonal interpersonal
Kegiatan bersepeda sambil nature journey Membuat jurnal peta Mendengarkan instruksi Menjelajahi setu dengan bersepeda Narasi lisan

Kosakata baru

Mengukur kemampuan diri, dapatkah pulang tepat waktu sesuai izin yang diberikan ? Bersepeda bersama kawan
Strategi Pembelajaran Anak Ajo memilih kegiatan outdoor dilakukan sejak siang hingga sore hari. Ia menarasikan kisahnya secara

verbal kemudian membuat peta perjalanan yang telah ia lalui.

 

Strategi pengajaran/fasilitasi Memaparkan menu edukasi rumahan secara visual berbentuk tablet dan aplikasinya yang memang diminati ajo, kemudian memintanya membuat yang sama versi ia.

*Dari materi dan tantangan level ini ada beberapa hal yang saya sesuaikan dengan update penelitian sains otak, psikologi maupun psiko-edukasi pada learning styles.

Dalam tugas ini, saya mengubah penamaan learning style atau gaya belajar menjadi strategi pembelajaran anak. Dan menjadikan area visual, auditorik, kinestetik dll sebagai apa yang menjadi bagian stimulasi menyeluruh dalam proses belajar anak.

Sementara dari kecenderungan yang sudah diperoleh sebelumnya (sebelum tugas ini melalui pengamatan sehari-hari), ajo dapat efektif belajar dalam berbagai gaya berbeda, dan memiliki kecenderungan tertentu dominan visuo-spasial yang walaupun ia senang bergerak, bergeraknya diakibatkan kebutuhannya memenuhi rangsangan visuo-spasialnya. Kemudian saat ini ia gemar bersepeda, dan mulai tertarik memanjat. Untuk auditorik, ia sensitif membedakan aura lagu. Ia akan berkomentar apabila lagunya terkesan sedih.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: