First Day School Kita Gimana ?

First Day School

Sepulang sekolah, bunda menjemput ajo yang memasuki hari pertama sekolah (kembali). Saat ini ia sudah menduduki kelas Tk B. Di lapangan parkir tampak orang tua seorang anak perempuan menyapanya dan berkata “Titip anak tante ya”. Sebuah ungkapan yang agak aneh terdengar, namun dapat dipahami sebagai kalimat bercanda dari mama temannya. Ya iya dong, masak anak lakik bunda dititipin anak perempuan, sementara ia sendiri juga masih belajar memimpin dirinya he he. Kita syukuri saja ya, mungkin sang mama menitip pada semua teman laki-laki anaknya. Mungkin juga mamah kawan mengamati ke- kulkasan- (cool) ajo yang agak-agak suka menasihati teman ini, bisik-bisik dari guru kelasnya.

Jam 8 Pagi sebelumnya, kami kompak mengantar ajo tak hanya di depan gerbang sekolah. Kami bertiga, ayah, adik dan bunda turut mengikuti aktivitas keseluruhan anak. Nenek mengantar ajo sebatas meja sarapan. Spesial hari pertama, seluruh orang tua diizinkan menyerap dan mendampingi anak-anak. Tampak ajo yang terbiasa dalam aura pendidikan rumah, semakin unresponsif terhadap pembawaan Tk. Ia tampak ‘lebih dewasa’ dan sedikit boring. Di barisan, ia satu-satunya anak nan berjongkok dan memainkan tangannya diatas lantai semen bata.

Bunda sudah meraba dalam hati, proses meng-anak-anak ini mungkin membuatnya bosan. Tapi ia sudah terbiasa.

Kami meninggalkannya di sekolah, tepat saat anak-anak TK B kelasnya memasuki kelas.

Adik, Lagu, emosi dan Tari

Bunda mengantar ayah bersama adik. Di perjalanan, adik sibuk meminta bund amemutar lagu Lily berulang-ulang. Animasi Lily yang penuh nuansa emosi dalam hubungan anak dan orag tua, membekas di benak kedua anak ini. Tak tahan ingin mengerjakan sendiri lantunan DJ nya, ia pun menuju kursi depan, navigasi. ia kotak katik CD dan mencari CD murottal. Ia perdengarkan sebentar, kemudian ganti lagi dan kembali lagi ke lagu Lily. Bunda menemaninya menari-narikan tangan sambil menyetir. Tampak sekali, adik tertarik dengan musik, emosi, gerak tubuh dan ingin mencoba melakukan sesuatu dengan tangannya sendiri. Hmmhh, dengan data pengamatan sebanyak ini, terbayangkan bunda akan mengarahkannya kemana ? 🙂

Ajo Pulang

Ternyata bunda telah telat menjemputnya. Ia pulang lebih awal dari jam biasanya. (Bundanya salah terus :D).

Saat ia memasuki mobil, spontan adik memberikannya susu kotak. “Ini untuk ajo” serunya ceria berbagi.

Ajo menerima susu sekaligus pelukan dan kecupan adik yang berulang kali mengatakan, “ini ajo aku” hahaha.

Dan tibalah bunda pun bertanya “bagaimana hari ini ajo di sekolah?” sebuah pertanyaan sejuta bapak ibu di hari pertama anak sekolah setelah libur. Seringnya, bunda mendengar banyak keluhan reaksi anak saat ditanya ini. Begitupula pada materi komunikasi produktif, dianjurkan mnegubah struktur kalimat.

Tapi ternyata, ajo menjawabnya dengan sangat lengkap. Apa saja aktivitasnya hari ini, siapa gurunya dan beberapa nama teman baru di kelasnya. Bahkan di malam hari ini, ia bertanya dan minta dibacakan jadwal berikut deskripsi di buku penghubungnya hingga 2 minggu ke depan.

“Kenapa dan Kenapa ?”

“Bunda, kenapa bunda cinta ajo waktu bayi itu ?” Pertanyaannya tiba-tiba saat memasuki kamar. Yang membuat saya mengulas ingatan jauh ke 5 tahun lalu :). Dan membuat saya bahagia menceritakan masa-masa bayinya.

“Bunda Asia itu apa ?” Saat ia melihat foto-fotonya saat bayi yang ditarik ke dalam lokasi peta gambar hingga tampak benua Asia. Menyaksikan binar matanya yang selalu menyinar saat menanti jawaban bundanya, tak ayal lagi saya mesti mencarikan Globe, Pangea dan proses pecahnya menjadi 5 benua itu.

Banyak sekali permintaan dan pertanyaan malam ini yang saya terima dan membuat saya turut bersemangat. Membuat lelah berulang menyuruh mereka berhenti lalu gosok gigi dan pipis di kamar mandi. Hingga seekor ulat kaki seribu berwarna hitam kecil melintas di atas lantai. Kedua bocah ini akhirnya teralihkan dari kisah sedih harapan kami pada mereka sejak bayi yang diakhirkan pemanjatan doa bersama.

Tampak mereka mencoba-coba bermain dengan Sibu, panggilan kami untuk si kaki seribu hitam kecil dan pendek ini.

Segala kerepotan pertanyaan linguistik dan penjelasan visual-spasial yang disukainya, berikut hands-on Sibu menjadi penonjolan ketertarikannya malam ini.

*Foto & tabel menyusul, anak-anak masih terjaga dan terus bertanya. Saat ini sudah agak tenang karena ajo membawa adik menggosok gigi.

 

Oya selamat buat semua yang sudah naik kelas, yang sudah kembali lagi bersekolah ya! Samangatt anak-anak Indonesia!

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: