Konsep Pra-Matematika Untuk Usia 0-4 Tahun (Bagian 1)

Memulai dari ujung akhir (Tujuan)

Arsha, 3 tahun diharapkan mendapatkan stimulasi pra matematika yang tepat sesuai proses tumbuh kembangnya baik secara developmentally appropriate practice maupun secara kemajuan personal yang unik bagi tiap anak.

Mengapa ? Karena Matematika adalah salah satu bidang ilmu kognitif dasar setelah bahasa, yang semestinya dialami anak beriringan secara simultan dengan stimulasi emosi-mental-spiritual anak yang sulit untuk dipisah-pisahkan. Dari bidang-bidang dasar ini lah pengetahuan kemudian terkonstruksi mengembang dan lebih spesifik di lain sisi.

Matematika Anak Usia Dini atau Tepatnya Kemampuan Pra Matematik

Kemampuan 2 bidang ilmu kognitif dasar (bahasa dan logika matematis) ini pada anak-anak sebetulnya dialami anak sangat amat dini sejak 0 tahun (sel-sel otak mulai terkoneksi efektif walaupun sebagian fungsi sensorik sudah terjadi di dalam rahim. Bahkan diasumsikan pembentukan sedikit koneksi sudah terjadi pra lahir utamanya untuk pengalaman yang amat emosional-spiritual).

Nah apa saja sih proses perkembangan pembelajaran pre-math skill pada anak-anak dari 0-4 taun ?

WhatsApp Image 2019-09-08 at 19.59.03

sumber : pra matematika pra sekolah

Dari kemampuan-kemampuan diatas Bunda sedang melakukan penilaian awal (assesmen) untuk mengamati Arsha sudah di posisi apa. Sema ini  Arsha lebih banyak mendapatkan stimulasi matematika melalui visuo spatial talk, math language, pengalaman konkrit saat bepergian, memasak, bermain, bersepeda dan aktivitas membaca buku.

Setelah melakukan asesmen sesuai kriteria dan definisi diatas bunda mulai mengujinya dalam permainan malam ini :

Apa saja pendekatan yang di aplikasikan dalam sesi bermain :

  • Observasi
  • Bahasa matematis dan visuo-spasial
  • Belajar preposisi
  • Belajar Bentuk
  • Korespondensi satu per satu
  • Mengerjakan sesuai perintah
  • Perbandingan
  • Memahami pola (awal)
  • Mengeset dan mengklasifikasikan
  • Berhitung 1-5, (number sense alamiah 1-12)

Apa Permainan Yang dilakukan Sehingga Bisa mengakomodir sekian banyak kemampuan pra matematik ?

  • Bermain menggunakan nature play : bahan-bahan rempah, bumbu-bumbuan saat bunda menyiapkan bahan masakan.
  • Bermain preposisi dengan menggunakan “Kotak Aww” dan “Sekarang Aku Dimana
  • Bermain imajinatif  (mulai bermain bertujuan) menjadi penjual dan pembeli sayur.

Apa Saja Persiapan Permainan dan Bagimana Berlangsungnya Proses Bermain ?

Permainan Menjual dan Membeli Sayur 

Persiapannya semudah diatas Hahahaha. Seperti biasa emak lamban yang gak rajin-rajin amat ini dan pastinya rumus idupnya selalu mengandalkan apa yang sudah ada dan cukup tersedia di rumah manapun.

Yang pentingkan PROSES BERPIKIRNYA (Nyampaiiii)! Hehe. Serius ini bukan ngeless loh. Inti proses belajar kan adalah pengetahuan dan pengalaman nyampe, lalu kalau ribet dengan harus tools A, B, C-nya dan mikirnya harus yang mahal, emak yang sudah lamban ini malah tambah lamban malah mager! ;p

 

Proses di permainan sudah memenuhi beberapa konsep pra atematika : observasi, berhitung, sensasi numerik, geometri, komparasi, pembelajaran terpola, melaksanakan sesuai instruksi dan klasifikasi.

 

Permainan Kotak Aww dan Dimana Aku

WhatsApp Image 2019-09-08 at 21.17.52 (3)

Kotak Aww

WhatsApp Image 2019-09-08 at 21.17.52 (2)

Membandingkan panjang tangan antara Arsha dan Barbie

Kotak Aww pernah bunda mainkan di Playdate Kerlap dimodifikasi dengan dongeng. Cara bermainnya, anak-anak mulai mendengar dongeng boneka berpindah tempat. Boneka diatas, dibawah, disamping, dibelakang dan didepan kotak. Anak dengan kecepatan yangs emakin cepat diminta menentukan preposisi si boneka.

WhatsApp Image 2019-09-08 at 21.17.52 (4)

“Aku Dimana?”

Permainan ini menstimulasi anak bereksplorasi ke seluruh penjuru rumah. Anak terstimulasi Gross Motor Skillnya selain itu mereka sangat bersemangat dan fun! Ia akan meletakan bonekanya ke dalam kulkas dan bertanya “Si Ultraman ada dimana ?” Yang mana dijawab “Ada di dalam kulkas di lantai atas ke-3. Kemudian bergantian bunda menempatkan barbienya di samping rak dan seterusnya ke area seluruh rumah. Disini anak-anak benar-benar merasakan dan mengalami pengetahuan dengan fun. Yang sangat mudah disimpan oleh area hipokampus otaknya, sebagai pengalaman positif (menyenangkan) dalam belajar. Dalam permainan ini, ayah pun ikut secara refleks, karena keseruan bunda dan arsha bermain!

Diatas adalah keseruan bermain kami yang belum melelahkan (berlari-larian ke seluruh penjuru rumah), Hahaha. Bagimana macakep, pacakep dan kacakep ? Seru bukan belajar matematika ?

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: